Kamis, 28 Oktober 2010

Afgan Suka Kepikiran Kalau Dikritik

Kapanlagi.com - Dalam membangun citra diri sebagai seorang penyanyi profesional dan juga publik figur yang dipuja banyak penggemar, Afgan Syah Reza melibatkan orang lain untuk mendukungnya. Salah satunya adalah sang sang manajer, yang selalu memberikan pertimbangan dan masukan agar penampilannya lebih baik lagi. "Kalau saya kadang-kadang malah kepikiran kalau ada yang kecewa dengan penampilan saya pada malam itu, terus saya juga curhat sama manajer saya apa yang salah. Saya bukan tidak mempedulikan, bodo amat gitu, nggak," ujarnya saat ditemui di acara Langit Musik Telkomsel di Teras Kota BSD Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu.
Dan untuk segala kritikan yang diarahkan padanya, Afgan mengaku tak pernah berusaha menghindarinya. Ia justru menghadapinya demi perbaikan kualitasnya.
"Saya justru orangnya kepikiran kalau dikritik. Kalau sukanya pakai kaos terus blazer, ya pokoknya yang membuat aku nyaman untuk bergerak lah," pungkasnya.

Sumber : Di sini

Afgan Berencana Bangun Toko Clothing Sendiri

Kapanlagi.com - Bicara soal bisnis sampingannya, Afgan Syah Reza mengaku tak terlalu 'ngoyo'. Ya, bisnis clothing yang ia geluti dalam kurun waktu 6 bulan terakhir ini memang masih belum banyak membuahkan hasil. Namun demikian ada banyak hal baru yang bisa ia pelajari. "Lumayan, kita di sini gak mengharapkan yang bagaimana banget. Kita di sini hanya menambah pengalaman aja lah," ujarnya saat ditemui di acara Langit Musik Telkomsel di Teras Kota BSD Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu.

Dalam bisnis tersebut, Afgan hanya sebagai investor saja. "Saya masih investor lah, teman saya ini yang mengerjakan semuanya. Sejauh ini kita belum punya toko, tapi pengennya tahun depan bisa punya toko ya," paparnya.
Lalu bagaimana penjualan selama Ramadhan ini?
"Alhamdulillah, teman-teman Afganisme lagi yang beli, jadi mereka sudah beli satu beli lagi dengan desain yang sama, tapi warnanya beda misalnya. Tapi desainnya gak ada berhubungan dengan saya, sampai namapun gak ada. Ya original lah," tutupnya.

Sumber : Di Sini

Afgan Akan Kuliah di Singapura

Kapanlagi.com - Afgan Syah Reza Februari mendatang akan mulai kuliah di program Bachelor of Business Curtin University, monash collage (D3). Alasan Afgan untuk melanjutkan kuliah di Singapura adalah agar bisa hidup lebih mandiri."Mau belajar hidup mandiri di sana. Karena kalo ada orang tua semua serba ditanggung serba diurusin jadi, belum pernah ngerasain diri sendiri," ujarnya.
Mengenai persiapannya untuk kuliah di sana Afgan mengaku sudah mulai mencari teman di sana. Beruntung teman Afgan ternyata sudah banyak di Singapura, namun menurutnya hal yang paling sulit adalah mempersiapkan mental.
"Udah cari temen-temen, temen gue udah banyak di sana, cari tempat tinggal, paling berat persiapan mentalnya sih," ucap Afgan ketika ditemui di studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat beberapa waktu lalu.
"Pasti awalnya stress banget tapi selanjutnya semoga bisa enjoy di sana. Kakak gue juga sebelumnya kuliah di sana dan dia sebelumnya manja banget tapi setelah kuliah di sana dia benar-benar mandiri," tambahnya lagi.
Walaupun akan kuliah di Singapura, Afgan tidak melepaskan kegiatan sebagai penyanyi. Sebelum berangkat ke Singapura dia mengaku masih ada album baru yang harus diselesaikan. Jadi Afgan akan bolak-balik Jakarta Singapura.
"Saya tetap ada proyek album baru keluar pertengahan bulan depan. Mungkin saya masih bolak balik, karena saya masih komit dengan pekerjaan saya," ujarnya.
Menurutnya dia sudah siap kuliah di sana. Afgan akan mengambil dua mata kuliah dulu, sehingga ia hanya akan berkuliah selama dua hari dalam seminggu. Selain itu menurutnya biaya hidup di Singapura ternyata tidak terlalu mahal.
"Alhamdulillah ternyata di sana fleksibel jadi saya boleh ambil 2 subjek dulu, kuliah paling dua hari. Di singapura juga costnya ga mahal, ya sama kaya tinggal di Bandung. Jadi ga terlalu berat buat saya, karena saya pengen mengembangkan sayap saya, sapa tahu saya bisa kerja sama dengan musisi Singapura keluarin single di Singapura," harapnya.

Sumber : Di Sini

Afgan Jadi Penyanyi Ngetop 2010

Kapanlagi.com - Bersanding dengan Gita Gutawa, Vidi Aldiano, Rossa, dan Sherina sebagai nominator Penyanyi Ngetop dalam gelaran SCTV Awards 2010 membuat Afgan Syah Reza tak menyangka bisa menang. Karenanya, saat namanya diumumkan sebagai pemenang dalam ajang bergengsi itu, diapun tak bisa banyak komentar."Saya ngefans sih sama Rossa. Ini aja enggak nyangka ini bisa menang," kata Afgan ketika ditemui di Balai Sarbini, Jaksel, Kamis (28/10) malam.
Dia mengaku amat bersyukur dengan anugerah ini. Karenanya, Afgan pun mempersembahkan kemenangannya ini untuk saudara-saudaranya yang terkena musibah.
"Alhamdulilah saya bisa dapatkan ini, speechless banget. Kalau udah menang tanggung jawabnya jadi besar kepada masyarakat dan profesi saya, nyanyi harus maksimal. Ini saya persembahkan kepada saudara saya yang kena musibah. Pengennya bisa ke sana, tapi memang belum ada waktunya," tambahnya.
Dengan kemenangan ini, Afgan pun telah mengumpulkan 16 piala sebagai kebanggaannya.
"Ini piala ke-16. Ini bisa dibilang hadiah terakhir sebelum berangkat ke Singapura," tegasnya.

Sumber : Di sini

Selasa, 26 Oktober 2010

Delapan Gunung Berapi di Indonesia yang Menghebohkan Dunia

DELAPAN gunung berapi di Indonesia ini terkenal di dunia karena letusannya. Setap kali meletus, selalu menelan korban nyawa manusia.
Kedelapan gunung berapi di indonesia itu adalah sebagai berikut:
1.. Gunung Kelud

Sejak abad ke-15, Gunung Kelut telah memakan korban lebih dari 15.000 jiwa. Letusan gunung ini pada tahun 1586 merenggut korban lebih dari 10.000 jiwa. Sebuah sistem untuk mengalihkan aliran lahar telah dibuat secara ekstensif pada tahun 1926 dan masih berfungsi hingga kini setelah letusan pada tahun 1919 memakan korban hingga ribuan jiwa akibat banjir lahar dingin menyapu pemukiman penduduk.
Pada abad ke-20, Gunung Kelut tercatat meletus pada tahun 1901, 1919 (1 Mei), 1951, 1966, dan 1990. Tahun 2007 gunung ini kembali meningkat aktivitasnya. Pola ini membawa para ahli gunung api pada siklus 15 tahunan bagi letusan gunung ini.
2. Gunung Merapi


Gunung Merapi adalah yang termuda dalam kumpulan gunung berapi di bagian selatan Pulau Jawa. Gunung ini terletak di zona subduksi, dimana Lempeng Indo-Australia terus bergerak ke bawah Lempeng Eurasia. Letusan di daerah tersebut berlangsung sejak 400.000 tahun lalu, dan sampai 10.000 tahun lalu jenis letusannya adalah efusif. Setelah itu, letusannya menjadi eksplosif, dengan lava kental yang menimbulkan kubah-kubah lava.
Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar antara lain di tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Letusan besar pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu.
Diperkirakan, letusan tersebut menyebabkan kerajaan Mataram Kuno harus berpindah ke Jawa Timur. Letusannya di tahun 1930 menghancurkan 13 desa dan menewaskan 1400 orang.

3. Gunung Galunggung

Gunung Galunggung tercatat pernah meletus pada tahun 1882 (VEI=5). Tanda-tanda awal letusan diketahui pada bulan Juli 1822, di mana air Cikunir menjadi keruh dan berlumpur. Hasil pemeriksaan kawah menunjukkan bahwa air keruh tersebut panas dan kadang muncul kolom asap dari dalam kawah.
Kemudian pada tanggal 8 Oktober s.d. 12 Oktober, letusan menghasilkan hujan pasir kemerahan yang sangat panas, abu halus, awan panas, serta lahar. Aliran lahar bergerak ke arah tenggara mengikuti aliran-aliran sungai. Letusan ini menewaskan 4.011 jiwa dan menghancurkan 114 desa, dengan kerusakan lahan ke arah timur dan selatan sejauh 40 km dari puncak gunung.

4. Gunung Agung

Gunung Agung terakhir meletus pada 1963-64 dan masih aktif, dengan sebuah kawah besar dan sangat dalam yang kadang-kadang mengeluarkan asap dan abu. Dari kejauhan, gunung ini tampak kerucut, meskipun didalamnya terdapat kawah besar.
Dari puncak gunung, adalah mungkin untuk melihat puncak Gunung Rinjani di pulau Lombok, meskipun kedua gunung sering tertutup awan. Pada tanggal 18 Februari 1963, penduduk setempat mendengar ledakan keras dan melihat awan naik dari kawah Gunung Agung.
Pada tanggal 24 Februari lava mulai mengalir menuruni lereng utara gunung, akhirnya perjalanan 7 km dalam 20 hari mendatang. Pada tanggal 17 Maret, gunung berapi meletus, mengirimkan puing-puing 8-10 km ke udara dan menghasilkan aliran piroklastik yang besar.
Arus ini banyak menghancurkan desa-desa, menewaskan sekitar 1500 orang. Sebuah letusan kedua pada 16 Mei menyebabkan aliran awan panas yang menewaskan 200 penduduk lain.

5. Krakatau
Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883.
Letusan itu sangat dahsyat; awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai sebelum tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.
Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.
Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora di Indonesia, Gunung Tanpo di Selandia Baru dan Gunung Katmal di Alaska. Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh di masa populasi manusia masih sangat sedikit.
Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegraf sudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat.
Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut.

6. Maninjau
Kaldera Maninjau dibentuk oleh letusan gunung berapi diperkirakan terjadi sekitar 52.000 tahun yang lalu. Simpanan dari letusan telah ditemukan dalam distribusi radial sekitar Maninjau membentang hingga 50 km di sebelah timur, 75 km di tenggara, dan barat ke pantai ini. Deposito diperkirakan akan didistribusikan lebih dari 8.500 km ² dan memiliki volume 220-250 km ³. kaldera ini memiliki panjang 20 km dan lebar 8 km.

7. Gunung Tambora

Aktivitas vulkanik gunung berapi ini mencapai puncaknya pada bulan April tahun 1815 ketika meletus dalam skala tujuh pada Volcanic Explosivity Index. Letusan tersebut menjadi letusan tebesar sejak letusan danau Taupo pada tahun 181.
Letusan gunung ini terdengar hingga pulau Sumatra (lebih dari 2.000 km). Abu vulkanik jatuh di Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Maluku. Letusan gunung ini menyebabkan kematian hingga tidak kurang dari 71.000 orang dengan 11.000—12.000 di antaranya terbunuh secara langsung akibat dari letusan tersebut.
Bahkan beberapa peneliti memperkirakan sampai 92.000 orang terbunuh, tetapi angka ini diragukan karena berdasarkan atas perkiraan yang terlalu tinggi. Lebih dari itu, letusan gunung ini menyebabkan perubahan iklim dunia.
Satu tahun berikutnya (1816) sering disebut sebagai Tahun tanpa musim panas karena perubahan drastis dari cuaca Amerika Utara dan Eropa karena debu yang dihasilkan dari letusan Tambora ini. Akibat perubahan iklim yang drastis ini banyak panen yang gagal dan kematian ternak di Belahan Utara yang menyebabkan terjadinya kelaparan terburuk pada abad ke-19.
Selama penggalian arkeologi tahun 2004, tim arkeolog menemukan sisa kebudayaan yang terkubur oleh letusan tahun 1815 di kedalaman 3 meter pada endapan piroklastik. Artifak-artifak tersebut ditemukan pada posisi yang sama ketika terjadi letusan di tahun 1815. Karena ciri-ciri yang serupa inilah, temuan tersebut sering disebut sebagai Pompeii dari timur.

8. Toba Supervolcano
Merupakan letusan gunung berapi yang paling dahsyat yang pernah diketahui di planet Bumi ini. Dan hampir memusnahkan generasi umat manusia di planet Bumi.
73.000 tahun yang lalu letusan dari supervolcano di Indonesia hampir memusnahkan seluruh umat manusia. Hanya sedikit yang selamat. Dan setelah Tsunami Gunung Berapi Di Indonesia menjadi Aktif sekali lagi dan mengancam umat manusia.
Letusan ini tidak bisa dibandingkan dengan apapun yang telah dialami di bumi sejak masa dimana manusia bisa berjalan tegak. Dibandingkan dengan SuperVolcano Toba, bahkan krakatau yang menyebabkan sepuluh ribu korban jiwa pada 1883 hanyalah sebuah sendawa kecil.
Padahal krakatau memiliki daya ledak setara dengan 150 megaton TNT. Sebagai perbandingan: ledakan Bom Nuklir hiroshima hanya memiliki daya ledak 0,015 megaton, dan secara lisan maka daya musnahnya 10.000 kali lebih lemah dibanding krakatau.
Seperti yang telah diketahui oleh para ilmuwan, toba hampir memusnahkan umat manusia 73.00 tahun yang lalu. Saat itu manusia neanderthal menghuni bumi kita bersamaan dengan homo sapiens di eropa, serta homo erectus dan homo floresiensis di asia. Saat itu sangat dingin di eropa, Zaman es terakhir ini berjalan lancar dimana kijang, kuda liar dan rusa raksasa diburu.
Selain makanan herbivora, mammoth dan badak berbulu juga seringkali menjadi menu makanan manusia saat Toba, dengan diameter 90 kilometer di pulau yang sekarang dikenal dengan nama Sumatera.Meledak dalam arti yang sebenarnya.
Bersamaan dengan gelombang besar tsunami, ada 2.800 kilometer kubik abu yang dikeluarkan, yang menyebar ke seluruh atmosfir bumi kita. Yang mungkin telah mengurangi jumlah populasi manusia menjadi hanya sekitar 5000 sampai 10000 manusia saja.
Sebenarnya manusia jaman sekarang berasal dari beberapa ribu manusia yang selamat dari letusan super volcano Toba 73.000 tahun yang lalu. Oleh karena itu Gunung berapi di Indonesia bertanggung jawab atas hampir musnahnya umat manusia.
Dan Dari 60 hingga 70 gunung berapi yang dapat ditemuai di area tersebut(Indonesia) sekarang. Beberapa diantaranya menjadi aktif kembali dalam beberapa bulan maupun beberapa minggu setelah gempa di dasarlaut pada bulan desember 2004.
Walaupun Toba sampai saat ini masih tertidur jauh dan aman dibawah sebuah laut besar yang menyandang nama sama di Sumatera Utara. banyak orang yang takut apabila suatu saat Gunung Berapi aktif di Talang yang berada 300 kilometer di selatan Toba meletus, bisa membangunkan Raksasa yang tertidur.

Sumber : Di Sini

Gunung Merapi Meletus | detik-detik Merapi Meletus

Gunung merapi meletus pada hari Selasa kemarin tepatnya tanggal 25 Oktober 2010 pukul 17.00 wib dan dengan peristiwa meletusnya gunung merapi ini tercatat ada belasan korban yang telah berhil di evakusai ke rumah sakit, dan menurut kabar mbah marijan meninggal dunia dengan peristiwa merapi meletus ini, berikut ini detik-detik gunung yang masuk dalam salah satu gunung berapi paling aktif di dunia ini melakukan aktivitas vulkaniknya
Gunung Merapi Meletus
Setelah beberapa hari aktifitas vulkanik G. Merapi terus mengalami peningkatan secara signtfikan baik jumlah maupun energi gempabumi vulkanik, Selasa (26/10) sore G. Merapi memasuki fase erupsi. Berikut dibawah ini kronologis letusan G. Merapi yang terjadi Selasa sore hingga menjelang malam.

1. Pukul 17.02 mulai terjadi awanpanas selama 9 menit
2. Pukul 17.18 terjadi awanpanas selama 4 menit
3. Pukul 17.23 terjadi awanpanas selama 5 menit
4. Pukul 17.30 terjadi awanpanas selama 2 menit
5. Pukul 17.37 terjadi awanpanas selama 2 menit
6. Pukul 17.42 terjadi awanpanas besar selama 33 menit
7. Pukul 18.00 sampai dengan 18.45 terdengar suara gemuruh dari Pos Pengamatan Merapi di Jrakah dan Selo
8. Pukul 18.10, pukul 18.15, pukul 18.25 terdengan suara dentuman
9. Pukul 18.16 terjadi awanpanas selama 5 menit
10. Pukul 18.21 terjadi awanpanas besar selama 33 menit
11. Dari pos Pengamatan Gunung Merapi Selo terlihat nyala api bersama kolom asap membubung ke atas setinggi 1,5 km dari puncak Gunung Merapi
12. Pukul 18.54 aktivitas awanpanas mulai mereda
13. Luncuran awanpanas mengarah kesektor Barat-Barat Daya dan sektor Selatan-Tenggara


Kronologi dikutip dari Letusan Gunung Merapi Tanggal 26 Oktober 2010 yang dikeluarkan oleh a.n Kepala Badan Geologi, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Gunung Merapi merupakan gunungapi tipe strato, dengan ketinggian 2.980 meter dari permukaan laut. Secara geografis terletak pada posisi 7° 325' Lintang Selatan dan 110° 26.5' Bujur Timur. secara administratif terletak pada 4 wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyalali dan Kabupaten Klaten. Status kegiatan G. Merapi ditingkatkan dari Normal manjadi Waspada pada tanggal 20 September 2010, ditingkatkan menjadi Siaga pada 21 Oktober 2010 dan menjadi Awas, terhitung sejak 25 Oktober 2010

Semenjak Gunung merapi meletus tersebut sudah belasan orang dipastikan meninggal dunia dan telah di bawa ke rumah sakit terdekat,
Sumber : Di sini

Translation. English-Indonesia
Mount Merapi erupts | seconds of the Merapi erupts
 Mount Merapi erupted on Tuesday, exactly on October 25, 2010 at 17:00 pm and the event is recorded eruption of Mount Merapi there are dozens of victims who have been berhil in evakusai to the hospital, and according to news mbah Marijan died trim events erupted, the following seconds of entering the mountain in one of the most active volcanoes in the world is doing activities vulkaniknyaMount Merapi eruptsAfter several days of volcanic activity of G. Merapi is increasing in both number and energy signtfikan volcanic earthquakes, Tuesday (26/10) afternoon G. Merapi eruption phase. Here follows a chronological eruption G. Merapi, which occurred Tuesday afternoon until late evening.
1. At 17:02 started happening awanpanas for 9 minutes2. At 17:18 there awanpanas for 4 minutes3. At 17:23 there awanpanas for 5 minutes4. Occur awanpanas 17.30 for 2 minutes5. At 17:37 there awanpanas for 2 minutes6. At 17:42 there big awanpanas for 33 minutes7. At 18:00 until 18:45 there was a roar from Merapi Observation Post in the whole observatories and Selo8. At 18:10, 18:15 o'clock, 18:25 o'clock boom sound terdengan9. At 18:16 there awanpanas for 5 minutes10. At 18:21 there big awanpanas for 33 minutes11. From the observation post of Mount Merapi Selo visible flame with a column of smoke rose into the top at 1.5 km from the summit of Mount Merapi12. At 18:54 awanpanas activity began to subside13. Glide awanpanas kesektor leads West-Southwest and South-East sector

Chronology of the eruption of Mount Merapi quoted Date October 26, 2010 issued by the Head of Geological Agency, The Center for Volcanology and Geological Hazard Mitigation.
Mount Merapi is the type strato volcano, with a height of 2980 meters above sea level. Geographically located at position 7 ° 325 'south latitude and 110 ° 26.5' East Longitude. administratively located in 4 districts of Sleman, Magelang District, Klaten Regency and Regency Boyalali. Status of G. Merapi increased from Normal manjadi Alert on September 20, 2010, increased to standby on October 21, 2010 and became Beware, starting from October 25, 2010
Since the eruption of Mount Merapi are already dozens of people are confirmed dead and has been taken to nearby hospitals,

Source: Here

Korban Merapi yang Tewas 26 Orang

Sejumlah petugas membawa jenazah korban tewas letusan Gunung Merapi di Dusun Kinahrejo, Cangkringan, Umbulharjo, Sleman, Yogyakarta (27/10). 24 mayat korban tewas ditemukan di dusun tersebut. TEMPO/Muh Syaifullah




          Korban yang meninggal akibat terkena awan panas gunung Merapi terus bertambah. Lewat akun twitternya, Staf Kepresidenan Bidang Penanggulangan Bencana dan Bantuan Sosial Andi Arief mengatakan  korban meninggal hingga pukul 10.15 mencapai 26 orang. Sebanyak 19 orang telah teridentifikasi termasuk Mbah Maridjan. Sedangkan korban luka yang dirawat sebanyak 13 0rang. 

Gunung Merapi meletus kemarin sore. HIngga tadi malam, awan panas menyembur tiada henti dari kawang gunung berapi paling aktif di dunia itu. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono mengatakan awan panas keluar pertama kali sekitar pukul 17.02 WIB. Sirena bahaya di Kaliurang, Sleman dibunyikan pada pukul 17.57 WIB. Menurut Surono, awan panas yang mencul dalam letusan kali ini lebih lama dari letusan tahun 2006. "Pada 2006 awan panas terjadi tujuh menit, sedangkan tahun ini lebih dari 20 menit," ujarnya. 

Mengantisipasi jatuhnya korban lagi, sebanyak 19 Desa di Kabupaten Magelang warganya kini diungsikan di sekitar 50 titik penampungan menyusul meletusnya gunung Merapi, Selasa petang kemarin. “Tempat pengungsian itu tersebar di enam Kecamatan,” kata Bupati Singgih Sanyoto, Rabu (27/10). 

Menurut dia, jumlah desa yang warganya diungsikan itu jauh lebih banyak daripada desa yang harus diungsikan warganya sesuai dengan rekomendasi Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Yogyakarta. “Rekomendasi dari balai hanya dua desa saja, tapi kami ungsikan semua warga yang tinggal di Desa di lereng Merapi,” kata dia. 

Kedua desa yang sebelumnya direkomendasikan Balai untuk dievakuasi warganya adalah Desa Kemiren dan Kaliurang di Kecamatan Srumbung. Dua desa yang hanya berjarak 8 kilometer dari puncak Merapi dihuni sebanyak 2.260 orang. 

Dia mengatakan, hingga tadi malam sebanyak 12 ribu warga Magelang yang berdiam di lereng Merapi telah diungsikan. Selain dievakuasi ke tempat penampungan pengungsi yang telah disediakan, sebagain diantara mereka masih menempati lokasi pengungsian sementara, semisal Balai Desa. Jumlah warga yang telah diungsikan itu, masih jauh lebih kecil dari jumlah warga yang semestinya diungsikan. Yakni sebanyak 37 ribu orang. 
Sumber : Di sini